|
Berpetualang di Kandank Jurank Doank |
|
|
|
|
Oleh Managemen Yasmin
|
|
Kamis, 23 April 2009 11:19 |
 | Petualangan seru di Kandank Jurank Doank diikuti oleh peserta didik Pusat Terapi Autis Yasmin beserta orang tua mereka. Selain kami, ada juga peserta lain dari wilayah Jabodetabek. Sama dengan kami, mereka mendapat undangan dari sebuah majalah yang berkonsentrasi pada anak berkebutuhan khusus, di ulang tahunnya yang pertama. Ada bermacam-macam kegiatan outbond yang disuguhkan, diantaranya flying fox, naik perahu, memandikan kerbau, menangkap ikan dan berjalan-jalan di pematang sawah. Selain kegiatan outbond, para orang tua anak special juga disuguhkan acara berupa sharing/parent support. Orang tua dapat berbagi pengalaman dan mendengarkan saran-saran dan tips dari orang tua yang telah berhasil menyekolahkan anak specialnya hingga jenjang perguruan tinggi.(sukron) |
|
|
Terakhir Diupdate ( Selasa, 05 Mei 2009 20:33 )
|
|
|
Ibu Spesial untuk Anak Spesial |
|
|
|
|
Oleh Managemen Yasmin
|
|
Kamis, 05 Maret 2009 11:43 |
|
Wita demikian Budi Prawitasari biasa dipanggil. Ibu berusia 47 tahun ini adalah teladan bagi kita semua tentang perjalanan hidup yang terjal dan berliku. Enam tahun yang lalu, suami tercinta menghadap Sang Khaliq karena sakit kanker. Tak lama berselang, Bapak tersayang pun wafat. Bersama seorang anaknya, saat ini Bu Wita tinggal bersama Ibunya yang berusia 80 tahun.
Cahya Tanaya (8 th) putra semata wayang Bu Wita adalah 1 dari 30 anak berkebutuhan khusus (autis) yang saat ini menjalani terapi di Pusat Terapi Autis Yasmin. Cahya menjadi yatim sejak usia 2 tahun. ”Sedih sekali rasanya, ketika harus menerima kenyataan bahwa Cahya mengalami autis,” ujar Bu Wita dengan mata berkaca-kaca. ”Tapi, akhirnya saya sadar, kesedihan berkepanjangan tidak akan menyelesaiakan masalah. Dengan berbagai keterbatasan, saya akhirnya mencari buku-buku tentang ’pengasuhan anak spesial’. Dari kegemaran membaca dan interaksi dengan orang tua penderita autis lainnya, saya memiliki pengetahuan untuk mengasuh Cahya. Akhirnya saya berkenalan dengan Pusat Terapi Autis Yasmin. Alhamdulillah sudah 2 tahun ini Cahya menjalani terapi. Hasilnya sangat menggembirakan, bahkan sekarang Cahya bisa membaca, berhitung dan naik sepeda. Perkembangan yang tidak saya duga sebelumnya” lanjutnya dengan sumringah. |
|
Terakhir Diupdate ( Kamis, 05 Maret 2009 12:08 )
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Sabtu, 03 Juni 2006 06:33 |
 “Bagaimana Bu?! Apa anak saya sudah ada kemajuan?” pertanyaan yang sering dilontarkan Bu Rika (bukan nama sebenarnya) usai anaknya diterapi. Pertanyaan serupa juga disampaikan orang tua lainnya. Gagap mulut ini untuk menjawab pertanyaan penuh harap itu. Awalnya, sembari berusaha sekuat tenaga, hanya memperbesar harapan mereka yang dapat kami lakukan. Tidak mudah mewujudkan kemajuan yang didambakan para orang tua penderita autis. Apalagi untuk mendidik anak autis membutuhkan ketelitian dan ketekunan ekstra. Pada awalnya, sering terlintas keraguan apakah program yang diberikan bisa berjalan sesuai harapan yang kadung terpatri dibenak orang tua. Kini, secara perlahan namun pasti kekhawatiran perlahan menghilang dengan melihat perkembangan yang ada sangat memuaskan. Pusat Terapi Autis Gratis ini berdiri atas kerja sama antara Pelangi Lazuardi dan Yasmin. Mendidik anak autis supaya bisa hidup ‘seperti’ normal bak mengumpulkan puzzle yang berserakan nan sulit dicari padanannya. Sejak Pusat Terapi Autis ini mulai membina sejak bulan Januari 2006, sudah ada beberapa puzzle yang dapat kami kumpulkan. Baru terkumpul. Belum banyak terpasang sesuai pasangannya. Meski begitu, hal itu sudah merupakan suatu pencapaian yang menggembirakan bagi kami. Komunikasi yang terjalin dengan orang tua penderita autis terus kami lakukan. Lewat media ini, perkembangan anak akan terpantau lebih maksimal. Waktu yang kami sediakan untuk menterapi hanya satu jam setiap pertemuan dalam tiga kali seminggu. Oleh karena itu, program-program yang diberikan di pusat terapi kami infokan kepada para orang tua supaya dilanjutkan di rumah masing-masing. Mengingat waktu yang paling banyak dilalui anak autis adalah keluarga. Ada tugas tambahan bagi kami, yaitu selain menterapi anak, kami juga memberikan pengarahan bagi orang tua cara-cara pendampingan untuk menerapkan program bagi si anak. Terkadang kami lebih kesulitan ‘menterapi’ orang tua ketimbang si anak itu sendiri. Konsistensi orang tua menerapkan jadwal program untuk anak cenderung berjalan fluktuatif. Itu dapat kami maklumi, karena adaptasi untuk merubah pola pendidikan atau pendampingan anak yang sudah berjalan, membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Menyulut kobaran semangat untuk memberikan yang terbaik bagi anak senantiasa kami lakukan setiap kali pijaran semangat mulai meredup. Alhamdulillah, sinergi yang terjalin sudah kami rasakan hasilnya. Kini pertanyaan seperti yang dilontarkan Bu Rika sedikit demi sedikit sudah terlihat kemajuannya. Mudah-mudahan lebih banyak lagi anak-anak penderita autis dari keluarga kurang mampu yang dapat diterapi di Pusat Terapi Autis Yasmin secara cuma-cuma. |
|
Terakhir Diupdate ( Jumat, 19 Desember 2008 20:41 )
|
|
|
|
|
|