Jul
29
2010
Today
Sekolah Alternatif
Tari Saman, Kebanggaan Baru SMA Alternatif Cendekia PDF Cetak E-mail
Oleh Managemen Yasmin   
Rabu, 06 Januari 2010 08:50

Ayu, siswi Sekolah SMA Alternatif Cendekia, sibuk merapikan busana yang dimodifikasi menjadi pakaian adat khas Aceh. Perasaan tegang sedikit tergambar di raut wajahnya. Siang itu, ia bersama dua belas temannya bersiap-siap menampilkan Tari Saman sebagai bagian dari acara memperingati tahun baru Islam 1431 H.

Tak hanya Ayu, perasaan khawatir juga dialami Yuliati. Bahkan ia mengatakan, semalaman ia hampir tidak bisa tidur sampai subuh hampir menjelang, karena terus memikirkan penampilan yang akan dilakukannya esok hari. Rasa khawatir, lanjutnya, juga dirasakan teman-temannya. Ia tak ingin ada kesalahan sedikitpun pada penampilan pertamanya itu.

Tari Saman terbilang ’barang baru’ bagi siswa-siswi SMA Cendekia, bahkan bagi warga Desa Babakan Ciseeng Bogor. Setiap kali para siswa mengadakan pertunjukkan pentas seni, warga Babakan akan berbondong-bondong memenuhi pelataran sekolah. Maklum, akses hiburan bagi masyarakat Babakan masih minim.

Dari berbagai rangkaian pertunjukkan yang disuguhkan dalam acara pergantian tahun hijriah ini, Tari Saman merupakan hiburan yang paling dinanti. Oleh karena itu, tekanan untuk tampil bagus membuat para penari sedikit kurang nyaman. Namun, berkat keyakinan para penari akhirnya Tari Saman bisa diselesaikan dengan ciamik dan menghibur.

Menurut Iqra, pelatih sekaligus pengajar, meski Tari Saman belum familiar bagi masyarakat Babakan, tetapi tarian yang menyajikan gerak cukup rumit namun selaras ini tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa dinikmati penonton. ”Bagi para siswa sendiri, pengenalan tari ini sudah dimulai sejak tujuh bulan yang lalu. Setelah dirasa cukup berlatih, kini mereka sudah berani tampil,” kata Iqra.

Penampilan Tari Saman oleh siswa-siswi mendapat apresiasi bagus dari penonton. Tak lama setelah itu, tim Tari Saman mendapat tawaran manggung di resepsi pernikahan salah satu warga Babakan. Satu hal positif yang dipersembahkan, para siswa mampu memberi warna bagi warga sekitar yang cenderung monoton. (badruzzaman)
 

Terakhir Diupdate ( Rabu, 06 Januari 2010 09:09 )
 
Jangan Sampai si Miskin Tidak Sekolah PDF Cetak E-mail
Oleh Managemen Yasmin   
Rabu, 24 Juni 2009 20:27

Memasuki akhir tahun, TK Ceria kembali membuka pendaftaran untuk penerimaan siswa baru. Calon siswa yang mendaftar tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Minat yang yang terus meningkat dari tahun ke tahun merupakan sinyal positif bertambahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Namun demikian, tidak semua siswa dapat tertampung di TK Ceria. Sejak awal berdirinya, TK gratis yang terletak di desa Babakan Ciseeng Bogor ini didedikasikan untuk siswa yang berasal dari keluarga miskin. Akibatnya, calon siswa yang mampu tidak bisa bergabung untuk belajar di TK Ceria. Motif siswa keluarga mampu mendaftar di TK Ceria bukan semata karena TK Ceria bebas biaya tetapi mereka merasa cocok dengan metode pengajaran yang diterapkan guru-guru TK Ceria.

Menurut Setiyo Iswoyo, Manager Program Yasmin, syarat utama calon siswa yang bisa bergabung dalam program pendidikan Yasmin adalah mereka yang berasal dari keluarga miskin. “(Bagi keluarga mampu) mereka punya pilihan untuk belajar di sekolah yang mereka mau. Tidak demikian dengan keluarga miskin. Jadi, jangan sampai si miskin tidak sekolah,” kata Iswoyo ketika berkunjung ke Babakan.

Kabar yang tak kalah menggembirakan, saat ini taman kanak-kanak mulai menjamur di desa Babakan. Hal ini mempertegas bahwa masyarakat Babakan bertekad maju dari ketertinggalan mereka dalam pendidikan.(badr)

 

Terakhir Diupdate ( Jumat, 28 Agustus 2009 16:03 )
 
Roti Isi Mentega, Susu dan Coklat ala TK Ceria PDF Cetak E-mail
Oleh Managemen Yasmin   
Kamis, 23 April 2009 11:45

Di awal bulan ini TK Ceria kembali mengadakan perbaikan gizi kepada para siswa. Bagi para siswa, acara semacam ini merupakan kegiatan yang amat mereka nantikan. Maklum, menu yang mereka santap adalah jenis makanan yang jarang mereka nikmati. Menu kali ini adalah roti isi mentega, susu dan coklat. Mereka begitu lahap menyantap makanan yang tidak biasa mereka makan.

Setelah acara bersantap usai, kegiatan dilanjutkan dengan operasi semut. Yaitu kegiatan bersih-bersih di kelas TK Ceria dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan bersih-bersih dilakukan bersama-sama guru dan siswa. Operasi semut dilakukan dua kali seminggu secara rutin. Operasi semut dimulai dengan membersihkan ruang belajar, agar kelas nyaman untuk belajar. Setelah itu, dilanjutkan dengan membersihkan lingkungan TK Ceria. Diantaranya dengan membersihkan saluran air yang mampat karena dipenuhi sampah dan mencabut rumput liar yang mengurangi keindahan pemandangan.

Program ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran sejak dini akan pentingnya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Rutinitas operasi ini juga dimaksudkan untuk membiasakan gaya hidup bersih dan sehat  kepada anak-anak. (badz)

Terakhir Diupdate ( Selasa, 05 Mei 2009 20:34 )
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 3